Anda disini: BerandaKontenInfo Pilihan

Info Pilihan

SIADPTA Plus Versi Terbaru Sudah Bisa Dinikmati

Bandung - Setelah diluncurkan (launching) secara resmi pada akhir Bulan Oktober 2013 oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial, SIADPTA Plus akhirnya bisa diimplementasikan oleh PTA/MSA. Yang beruntung mencicipi SIADPTA Plus versi terbaru pada tahap awal ini adalah para peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Administrasi Kepaniteraan Peradilan Agama Angkatan V.

Peserta yang berasal dari 18 PTA se-Indonesia ini dibekali materi seputar pola bindalmin dan SIADPTA Plus selama 5 hari pada tanggal 18 hingga 22 November 2013 di salah satu hotel di Kota Bandung.Materi tentang SIADPTA Plus dipandu oleh Konsultan TI dan Timnas SIADPA/SIADPTA Plus. Peserta dipandu secara bertahap dari proses pemasangan (installl), cara melakukan input data dan penyelesaian masalah seputar aplikasi.

Selengkapnya: SIADPTA Plus Versi Terbaru Sudah Bisa Dinikmati

Sepenggal Catatan Diklat Ekonomi Syariah

Jarum jam menunjukkan pukul 15.30 jum’at, 06 September 2013 waktu megamendung, acara penutupan pendidikan dan pelatihan Ekonomi Syariah bagi hakim Tingkat banding dan tingkat pertama Peradilan Agama se Indonesia bersama pendidikan dan pelatihan Hakim Perikanan bagi hakim tingkat pertama Peradilan Umum se Indonesia resmi ditutup oleh Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil MARI. Namun bagi peserta dari peradilan Agama banyak yang masih tinggal bermalam di asrama Diklat Kumdil hingga sabtu bahkan beberapa orang yang hari ahad karena alasan penerbangannya.

Bagi penulis, banyak mendapatkan pengalaman yang sangat berharga selama pelatihan ini, karena beragamnya hakim peserta dari kalangan hakim angkatan tahun 1984 sampai hakim angkatan tahun 2007. Tentunya heteroginitas pengalaman, daerah maupun jender yang berjumlah 20 peserta wanita serta hakim tinggi se Indonesia menambah kompleksitas pemahaman terhadap materi.

Dari dosen yang sudah mumpuni di bidangnya seperti Prof. Dr. Jaih Mubarok, S.H, SE, M.A. dalam bidang ekonomi syariah, serta Dr. Syamsul Ma’arif dalam bidang pasar modal dan hakim agung lainnya serta bapak Cecep Maskanul Hakim dari Bank Indonesia membuat suasana pembelajaran ekonomi syariah ini, terasa mengasyikkan dan kurang waktu. Karena diperlukan praktek nyata setelah mengetahui teori yang memerlukan aplikasi di lapangan. Namun karena keterbatasan waktu, akhirnya peserta hanya bertekad setelah pulang ke daerah masing-masing akan mempraktekkannya di daerah masing-masing.

Ada seorang dosen meski disampaikan secara santai dan ceria, tetapi sarat makna. Bermula pertanyaan tentang perbedaan arti asuransi dan perasuransian. Meski ada yang menjawab tetapi salah (Penulis tidak boleh menjawabnya, karena dosen tersebut menjadi salah seorang co promotor disertasi Penulis tentang perasuransian di UIN Bandung). Kalau asuransi ya  tentang pertanggungan seperti yang akan kita bahas, sedangkan perasuransian adalah kegiatan serta perusahaan asuransi dan re asuransi.

Ketika menjelaskan arti kata akad dari bahasa Arab (al-‘aqd) dengan perubahan kata jama’ taktsir (al-‘uqud), Prof. Jaih menceritakan ketika kata ini dikuliahkan pada universitas umum, ada salah seorang mahasiswa yang belum mengerti bahasa Arab, bertanya: “apa bedanya prof, dengan jama’ qashar?”. Serentak peserta diklat ekonomi syariah tertawa, ya jelas saja, karena konotasi jama’ taktsir dengan jama’ qashar sangat jauh panggang dari apinya, tidak ada hubungannya. Yang satu menjelaskan dari perubahan kata tunggal menjadi kata lebih dari satu (jama’), sedangkan kata yang kedua menjelaskan masalah shalat yang bisa diringkas, dari bilangan empat rakaat menjadi dua rakaat.

Begitu juga ketika menjelaskan tentang fungsi bank yakni menyimpan dana masyarakat. Apa perbedaan kata simpanan dengan simpenan? Meski secara ilmiah tidak bisa dipertanggung jawabkan, karena dua kata tersebut sama, yakni bahasa Indonesia yang benar dan bahasa melayu (Betawi). Tetapi dijelaskan oleh dosen tersebut (Pak Jaih), arti simpanan (jangan salah sebut) adalah uang yang dititipkan pada bank sebagai salah satu fungsi bank. Sedangkan simpenan adalah seseorang atau barang sesuatu selain uang yang disimpen di tempat tertentu. Sedangkan pak Cecep lebih praktis menjelaskannya, kalau simpanan sesuatu yang ditaruh di bawah bantal, sedangkan simpenan, ditaruh di atas bantal. Sehingga membuat peserta didik yang sudah capek pikirannya menjadi cair, karena istilah tersebut. Lain halnya jawabannya sang murid yang saleh, bahwa beda antara simpanan dengan simpenan terletak pada huruf a dan e antara huruf p dan n tidak lebih.

Berbeda dengan Dr. Syamsul Ma’arif, mantan Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) yang kini jadi Yang Mulia Hakim Agung, menjelaskan materi pasar modal, saham, obligasi dan reksadana lebih banyak dengan bahasa Inggris dan ketika peserta bertanya lebih senang dengan menggunakan bahasa Inggris pula, agar terbiasa meskipun banyak salahnya.  Excuse me sir, I don’t understand about capital markets, stocks, mutual funds and bonds. Can you explain them? Because YOUR WORD IS YOUR COMMITMENT. Ok?

 

Ketika hari terakhir akan diadakan ujian (jum’at, 06 September 2013 pagi), bagi penulis terasa aneh. Sejak selesai salat jama’ah subuh, hanya ada lima peserta yang jalan pagi, hening mereka sedang bersiap-siap untuk menghadapi ujian. Biasanya mulai jam 8.30 WIB, kini dimulai jam 8.00 pagi.

Sesampainya di kelas, penulis mendapati tiga meja sudah terisi buku-buku yang pertanda sudah ada yang duduk di meja tersebut (padahal orangnya tidak ada). Ketika Penulis tanya, ternyata buku buku tersebut diperuntukkan untuk penulis, semata-mata agar penulis duduk di salah satu dimana buku tersebut berada agar mereka dekat dengan penulis, yang kemungkinan (menurut mereka) penulis mampu membantu mereka. (Padahal penulis sendiri tidak yakin benar, karena dalam suatu pertanyaan mengandung dua hal, bisa benar bisa salah dalam jawabannya). Akhirnya mereka juga tertawa karena perbuatan salah seorang teman tersebut yang berasal dari jender.

Di akhir pendidikan dan pelatihan, ditutup dengan khutbah jum’at. Penulis berkesempatan memberikan khutbah yang intinya betapapun pintarnya seseorang, tetapi tetap saja ia tidak bisa pintar dengan sendirinya, dia bisa pintar karena peranti guru. Apakah langsung berguru dengan seseorang ataukah tidak langsung melalui referensi yang dibaca dan ditelaahnya. Bagaimanapun kita tetap harus dan layak untuk menghormati, menghargai jerih payahnya GURU, PELATIH, TUTOR apapun sebutannya. Insya Allah ilmu yang kita dapati akan menjadi berkah.

Penulis mengakhiri sepenggal catatan ini dengan mengutip kata-kata:

SAYA DENGAR DAN SAYA LUPA
SAYA LIHAT DAN SAYA INGAT
SAYA LAKUKAN DAN SAYA PAHAM

(Confusius, 450 SM)

ADA ORANG TAHU BAHWA IA TAHU, IKUTILAH

ADA ORANG TIDAK TAHU BAHWA IA TAHU, INGATKANLAH

ADA ORANG TAHU BAHWA IA TIDAK TAHU, DIDIKLAH

ADA ORANG TIDAK TAHU BAHWA IA TIDAK TAHU, JAUHILAH

 

Serang, 11 September 2013 M / 05 dzulqa’idah 1434 H

 

ahmad fathoni

PTA Banten Upload dan Publikasikan 82 Putusan Banding Tahun 2012 pada Website dan Direktori Putusan MA RI

Serang - Detik-detik peralihan tahun yang biasanya ditandai dengan meningkatnya  ritme kegiatan  dan volume kerja mulai terasa sejak memasuki bulan Desember.  Berbagai kegiatan dan evaluasi  menjadi agenda penting di tengah rutinitas yang harus tetap dilaksanakan.  Penyusunan laporan, evaluasi program  dan persiapan penyusunan program baru menuntut konsentrasi yang tinggi agar setiap pekerjaan bisa diselesaikan dalam waktu yang ditentukan.

Selengkapnya: PTA Banten Upload dan Publikasikan 82 Putusan Banding Tahun 2012 pada Website dan Direktori...

Zawaj al-Misyar, Nikah Sirri ala Arab Saudi

Di Arab Saudi ternyata ada praktik perkawinan yang menyerupai nikah sirri. Namanya zawaj al-misyar.

Berbeda dengan nikah sirri di Indonesia, nikah sirri ala Arab Saudi jauh lebih longgar. Pihak suami tidak perlu menafkahi istrinya setelah ijab kabul. Pihak suami juga tidak perlu meminta persetujuan istrinya apabila ingin menikah lagi dengan cara diam-diam.

Drs. H. Faisol, SH, MH, hakim tinggi PTA Yogyakarta, menceritakan hal itu melalui tulisan berjudul “Zawaj al-Misyar dan Managemen Unta”. Tulisan tersebut terdapat dalam buku Laporan Kegiatan Diklat Ekonomi Syariah di Riyadh, 12 Mei-13 Juni 2012.

Sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Abdul Muhsin bin Abdullah al-Rasyid, Wakil Dekan Bidang Pendidikan al-Jami’ah al-Imam Riyadh, nikah misyar adalah perkawinan syar’i yang terpenuhi syarat dan rukun nikah, di mana pihak perempuan rela kehilangan hak tempat tinggal dan nafkah, dan bersedia dikunjungi oleh pihak laki-laki di rumah keluarganya kapan saja suaminya menginginkannya, siang atau malam.

“Selain seks, suami tidak punya tanggung jawab apapun,” kata Faisol.

Yusuf Qardhawi, Wahbah al-Zuhaili, dan para pakar kontemporer di dunia Islam dan Arab Saudi tidak melarang nikah misyar dan menganggapnya sebagai nikah yang syar’i atau sah, selama ada ijab kabul, wali dan saksi.

“Atau dengan kata lain telah memenuhi syarat dan rukun akad nikah. Hanya saja pihak perempuan merelakan kehilangan sebagian hak-haknya,” ungkap Faisol.

Di Arab Saudi, pada umumnya yang melakukan nikah misyar adalah laki-laki yang telah berkeluarga dan perempuan yang tidak menikah. Bisa jadi perempuan itu menjanda, cerai atau telah lewat usia nikah.

Keluarga pihak perempuan biasanya mengetahui status pernikahan tersebut. Maklum, syarat-syarat nikah misyar tidak jauh berbeda denan nikah resmi. Tetapi sebaliknya, keluarga pihak lelaki tidak tahu sama sekali.

“Inilah nikah misyar yang sehari-hari mungkin lebih tepat disebut seagai “nikah selingkuh”. Tetapi ketika “perselingkuhan” itu mendapat payung hukum dan lampu hijau dari para kyai besar di atas, pelakunya tentu merasa mendapatkan perlindungan dan tidak perlu kuatir dituduh zina,” tulis Faisol.

Seperti halnya nikah urfi di Mesir dan Jordan serta nikah di bawah tangan di Indonesia, menurut Faisol, model-model nikah misyar ini semakin populer di Arab Saudi.(hermansyah)

sumber : badilag.net

Akhirnya Panitera dan Jurusita Punya Kode Etik

Manado (badilag.net) - Panitera dan jurusita pengadilan kini memiliki kode etik yang mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan beserta sanksinya. Kode etik ini juga mengatur tentang Dewan Kehormatan Panitera dan Jurusita.

Pengurus Ikatan Panitera dan Sekretaris Pengadilan Indonesia (IPASPI), dalam Rakernas IPASPI yang digelar tadi  malam (28/10/2012), berhasil merampungkan penyusunan kode etik itu.

Ketua Umum IPASPI Anton Suyatno mengatakan, kode etik ini diperlukan agar panitera dan jurusita selaku tenaga fungsional di lembaga peradilan dapat bekerja secara profesional dan berintegritas tinggi.

“Jangan sampai anggota IPASPI terlibat dalam KKN, narkoba, dan lain-lain. Jagalah terus IPASPI,” tegas Anton.

Kode Etik Panitera dan Jurusita terdiri dari 13 pasal. Pada bagian “Maksud dan Tujuan” disebutkan bahwa kode etik panitera  dan jurusita ini dibuat untuk menjaga kehormatan, keluhuran martabat atau harga diri yang mulia sebagaimana layaknya seorang panitera dan jurusita  yang memberikan pelayanan yang prima dan adil kepada masyarakat pencari keadilan tanpa membeda-bedakannya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kode etik ini mengatur tujuh macam sikap panitera dan jurusita, yaitu sikap panitera dan jurusita dalam melaksanakan tugas; sikap panitera dan jurusita dalam persidangan; sikap panitera dan jurusita di luar persidangan; sikap panitera dan jurusita dalam kedinasan; sikap panitera dan jurusita di luar kedinasan; sikap terhadap sesama; dan sikap terhadap bawahan.

Berbagai sikap tersebut terjabarkan cukup detail di Kode Etik. Dalam persidangan, misalnya, panitera dilarang mengaktifkan telepon seluler dan mengantuk apalagi tidur selama persidangan berlangsung.

Dewan Kehormatan

Berdasarkan kode etik ini, panitera dan jurusita yang akan dijatuhi hukuman pemberhentian dengan hormat atau tidak dengan hormat dari PNS terlebih dahulu diberi hak membela diri dihadapan Majelis Dewan Kehormatan Panitera dan Jurusita.

Dewan Kehormatan ini terdiri dari lima orang, yakni satu orang pejabat Direktorat Jenderal, satu orang pejabat Kepaniteraan MA, dua orang pengurus IPASPI pusat dan satu orang pengurus IPASPI daerah.

Ada dua tugas yang diemban Dewan Kehormatan Panitera dan Jurusita.  Pertama, mempelajari hasil pemeriksaan yang bersangkutan yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan. Dan kedua, mendengar dan memperhatikan pembelaan atas diri Panitera dan Jurusita yang akan dijatuhi hukuman.

Dengan dua tugas itu, Dewan Kehormatan Panitera  dan Jurusita berwenang memanggil panitera dan jurusita untuk didengar keterangannya sehubungan adanya saran tindak lanjut untuk dijatuhi hukuman. Wewenang lainnya ialah memberikan rekomendasi kepada pejabat yang berwenang berdasarkan hasil sidang Dewan Kehormatan Panitera dan Jurusita.

(hermansyah l ridwan anwar)

sumber : www.badilag.net

Artikel Selanjutnya...

Bahasa

Written on 22/11/2013, 12:40 by Admin
siadpta-plus-versi-terbaru-sudah-bisa-dinikmati Bandung - Setelah diluncurkan (launching) secara resmi pada akhir Bulan Oktober 2013 oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial, SIADPTA...
Written on 12/09/2013, 16:56 by Ahmad Fathoni
sepenggal-catatan-diklat-ekonomi-syariah Jarum jam menunjukkan pukul 15.30 jum’at, 06 September 2013 waktu megamendung, acara penutupan pendidikan dan pelatihan Ekonomi Syariah bagi hakim...
Written on 03/01/2013, 08:32 by Admin
pta-banten-upload-dan-publikasikan-82-putusan-banding-tahun-2012-pada-website-dan-direktori-putusan-ma-riSerang - Detik-detik peralihan tahun yang biasanya ditandai dengan meningkatnya  ritme kegiatan  dan volume kerja mulai terasa sejak memasuki bulan...
Written on 26/12/2012, 08:25 by Admin
zawaj-al-misyar-nikah-sirri-ala-arab-saudiDi Arab Saudi ternyata ada praktik perkawinan yang menyerupai nikah sirri. Namanya zawaj al-misyar. Berbeda dengan nikah sirri di Indonesia, nikah sirri...
Written on 30/10/2012, 10:45 by Admin
akhirnya-panitera-dan-jurusita-punya-kode-etik Manado (badilag.net) - Panitera dan jurusita pengadilan kini memiliki kode etik yang mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan beserta...